Perbedaan Tema dan Plugin Pada WordPress

Ada dua bagian dari WordPress yang akan selalu digunakan, itu adalah tema dan plugin WordPress. Keduanya ini memiliki perannya dan fungsinya masing-masing.

10

Perbedaan Tema dan Plugin pada WordPress – WordPress merupakan salah satu cara yang paling populer untuk membuat situs web atau blog apapun. Dengan WordPress, anda bisa membuat situs web atau blog apapun meski anda tidak menguasai bahasa pemrograman apapun.

Baca Juga : WordPress.com vs WordPress.org

Menurut W3Tech, WordPress digunakan lebih dari 60% dari total seluruh situs web arau blog yang ada saat ini. Dan jumlah ini melebihi setengah dari seluruh situs web yang ada saat ini.

Bahkan saat tulisan ini diterbitkan, WordPress sudah didownload sebanyak 71 juta kali. Luar biasa bukan?

Dan ya, kepopuleran WordPress ini tidak lepas dari adanya tema dan plugin. Baik tema ataupun plugin WordPress, kedua sama-sama memiliki dua jenis yaitu versi gratis dan versi premium.

Jadi, mari kita bahas apa itu tema WordPress dan apa itu plugin WordPress. Saya juga akan menjelaskan kepada anda, kapan waktu ya g tepat untuk menggunakan tema dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan plugin WordPress. Jadi, teruslah membaca.

Perbedaan Tema dan Plugin Pada WordPress

Seperti yang saya katakan sebelumnya, kepopuleran WordPress ini tidak lepas dari adanya tema dan plugin WordPress ini. Jadi, mari kita lihat perbedaan tema dan plugin pada WordPress secara satu persatu.

1. Tema Pada WordPress

Perbedaan Tema dan Plugin Pada WordPress

Tema merupakan alat yang anda gunakan untuk mengubah tampilan situs web anda secara keseluruhan. Perubahan tampilan ini mencakup perubahan warna utama, bentuk header, bagaimana menu anda ditampilkan, bentuk footer situs web anda, dan lain sebagainya.

Jadi, jika anda melihat tampilan situs web blog WordPressku ini, mulai dari warna, bentuk tampilan postingan, bentuk halaman, dan berbagai bentuk visual lainnya, itu semua berkat tema.

Ada 2 jenis tema yang tersedia saat ini. Pertama adalah tema gratis dan kedua adalah tema premium.

Untuk tema gratis, anda bisa menggunakan tema gratis melalui dashboard WordPress anda atau mendownload dan menginstallnya ke situs web WordPress anda melalui Repository Tema WordPress. Sementara tema premium, anda perlu membayar sejumlah uang untuk mendapatkan dan bisa menggunakan tema tersebut. Biasanya, tenpat terpercaya dimana anda bisa mendapatkan tema Premium yang original ada di Themeforest.

2. Plugin Pada WordPress

Apa itu plugin wordpress

Plugin merupakan alat yang akan anda gunakan untuk menambahkan berbagai fungsionalitas kedalam situs web anda.

Pada dasarnya, WordPress merupakan alat yang bisa dibongkar pasang. Bongkar pasang yang saya maksudkan adalah bisa dibuat penambahan apapun dengan menggunakan plugin.

Misalnya, saat anda menginstall WordPress untuk pertama kalinya, anda tidak akan menemukan cara apapun untuk membuat formulir kontak. Namun, dengan menginstall plugin Form Kontak seperti Forminator, anda bisa membuat formulir kontak dan menyematkannya di halaman kontak pada situs web anda.

Selain untuk membuat kontak, ada banyak plugin yang bisa anda gunakan sesuai dengan fungsinya. Misalnya, jika anda ingin membuat backup situs web WordPress, anda bisa menggunakan plugin Backup apapun seperti UpdraftPlus. Begitu juga jika anda ingin menambahkan fitur toko online ke situs blog anda, anda bisa menggunakan plugin Woocommerce.

Jika anda ingin mengatur bagaimana tata letak konten anda (misal pada halaman Home), anda bisa menggunakan plugin Site Builder seperti Elementor.

Kabar baiknya adalah, anda bisa menggunakan atau menginstall dan mengaktifkan plugin sekaligus. Yang mana jika tema, anda hanya bisa mengaktifkan dan menggunakan satu tema saja secara bersamaan.

Sama seperti Tema, Plugin juga memiliki ribuan plugin gratis dan plugin premium. Umumnya, plugin premium pasti hadir dengan fitur yang lebih banyak ketimbang pl

Kapan Harus Menggunakan Tema dan Plugin

Seringkali, pada penggunaannya ini menjadi saling bertabrakan. Tema yang seharusnya mengontrol bagaimana tampilan situs web anda secara keseluruhan, bisa juga sekaligus mengontrol bagaimana tata letak konten anda.

Biasanya, pengaturan tata letak konten merupakan bagian dari tugas plugin Site Builder (Seperti Elementor misalnya). Namun, beberapa tema juga disertai dengan site builder bawaan yang memungkinkan anda untuk mengubah dan mengatur tata letak konten anda.

Tidak salah memang, namun saya akan lebih merekomendasikan anda untuk tidak melakukannya. Mengapa? Karena saat anda mengubah tema situs web WordPress anda, anda bisa menemukan error pada halaman atau postingan anda karena tema baru yang anda gunakan tidak memiliki site builder yang sama dengan site builder bawaan yang ada pada tema sebelumnya.

Jadi solusinya adalah, gunakan tema hanya untuk mengontrol bagaimana situs web anda ditampilkan dan gunakan plugin untuk mengatur tata letak konten anda dan menambah berbagai fungsionalitas lainnya.

Kesimpulan

WordPress menjadi sangat populer karena kemudahan penggunaannya. Ini tidak lepas dari adanya tema dan plugin pada WordPress.

Ingat, tema digunakan untuk mengontrol bagaimana situs web anda ditampilkan dan plugin digunakan untuk menambah fungsionalitas baru kedalam situs web WordPress anda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.